Minggu, 29 Januari 2012

Menyeimbangkan Otak Kiri dan Kanan

Berikut pertanyaan tentang Menyeimbangkan Otak Kiri dan Kanan


Assalamu’alaikum, pak Farid.
Beberapa STIFIners menanyakan tentang keseimbangan otak kiri-kanan. Bila ia otak kanan, muncul pertanyaan bagaimana untuk menyeimbangkan dengan otak kiri.
Mohon penjelasan tentang hal ini. Terima Kasih.
Wassalam,
Abdullah
[Jawaban]
Salam,
Saya punya pendapat bahwa Allah sudah membuat struktur kepala pada setiap orang sudah merupakan yang terbaik.  Tinggal perlu diketahui mana yang paling aktif berperan (sebagai sistem operasi). Jika yang paling aktif berada di sebelah kiri, justru alokasikan investasi besar-besaran di sebelah kiri, biarkan yang sebelah kanan berkembang secara alamiah.
Artinya tidak perlu sampai harus  mengeluarkan uang untuk mengkursuskan yang sebelah kanan. Tapi jika sekedar exercise olahraga menyeimbangkan belahan otak kan tidak mengeluarkan uang, atau program-program lainnya yang tidak mengeluarkan uang oke-oke saja dilakukan.
Penting utk difahami bahwa kerja otak sangatlah terintegrasi. Jika pada orang T, otak kirinya dilatih dengan baik maka hasil latihan otak kiri tesebut akan menjalar pengaruhnya ke seluruh belahan otak lainnya. Persentase menjalarnya jauh lebih tinggi jika orang T dilatih selain otak kirinya maka hasil latihan cenderung terbatas, baik pd otak yang dilatih ataupun pada jenis otak yang lain.
Mengapa hal ini terjadi? Karena hanya sistem operasilah yang memiliki daya jalar yang lebih baik untuk mempengaruhi belahan otak lainnya. Keseimbangan otak pada peringkat tertentu akan terjadi dengan sendirinya jika sistem operasi yang diintensifkan. Peringkat keseimbangan tersebut hanya sebatas agar belahan otak lainnya dapat menyokong kerja sistem operasi, bukan sampai peringkat sama besar dengan sistem operasi.
Jadi kalau menurut konsep STIFIn, hasil karya Allah tidak perlu dikutak-katik lagi karena sudah yang terbaik.  Cukup mensyukuri karunia Allah dengan mengoptimalkan jenis otak yang terbaik dengan ilmu yang betul. Dalam hal ini saya rasa ilmu STIFIn masih yang terbaik dalam memahami apa maunya Allah. Meski saya sepenuhnya sadar bahwa hanya Allah Yang Maha Mengetahui.
Farid Poniman

0 komentar:

Posting Komentar